Suku Nias
 |
| Kepulauan Nias |
Nias terletak ± 85 mil laut dari Sibolga (daerah
Provinsi Sumatera Utara). Nias merupakan daerah kepulauan yang memiliki
pulau-pulau kecil sebanyak 27 buah. Banyaknya pulau-pulau kecil yang dihuni oleh penduduk adalah sebanyak 11
buah, dan yang tidak dihuni ada sebanyak 16 buah.Luas Pulau Nias adalah sebesar
3.495,40 km2 (4,88 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara), sejajar
dan berada di sebelah barat Pulau Sumatera serta dikeliling oleh Samudera
Hindia. Pulau ini terbagi atas empat kabupaten dan satu kota, Terdiri atas
kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan kotamadya Gunungsitoli
Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan
diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan
pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah).
Suku Nias adalah masyarakat yang hidup
dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara
umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari
kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik
dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang
masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Kasta :
Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta
yang tertinggi adalah "Balugu". Untuk mencapai tingkatan ini
seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan
menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.
1. Asal Usul
a. Mitologi
Menurut masyarakat Nias, salah
satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut
"Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama
"Tetehöli Ana'a". Menurut mitos tersebut di atas mengatakan
kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang
memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena
memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang
pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.
b. Penelitian
Arkeologi
Penelitian Arkeologi telah
dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999 dan hasilnya ada yang dimuat di Tempointeraktif, Sabtu 25 November 2006 dan di Kompas, Rabu 4 Oktober 2006 Rubrik Humaniora menemukan bahwa
sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun silam yang bermigrasi
dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik, bahkan ada indikasi sejak
30.000 tahun lampau kata Prof. Harry Truman Simanjuntak dari Puslitbang
Arkeologi Nasional dan LIPI Jakarta. Pada masa itu hanya budaya Hoabinh,
Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias, sehingga diduga kalau
asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini
menjadi negara yang disebut Vietnam.
2. Marga Nias
Suku Nias menerapkan sistem marga
mengikuti garis ayah (patrilineal). Marga-marga umumnya berasal dari
kampung-kampung pemukiman yang ada.
3. Khas Nias
a. Makanan Khas
- Gowi
Nihandro (Gowi Nitutu ; Ubi tumbuk)
- Harinake
(daging Babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil)
- Godo-godo
(ubi / singkong yang diparut, dibentuk bulat-bulat kemudian direbus
setelah matang di taburi dengan kelapa yang sudah di parut)
- Köfö-köfö(daging
ikan yang dihancurkan, dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap)
- Ni'owuru
(daging babi yang sengaja diasinkan agar bisa bertahan lama)
- Raki gae
(pisang goreng)
- Tamböyö
(ketupat)
- loma
(beras ketan yang dimasak dengan menggunakan buku bambu)
- gae ni
bogo (pisang bakar)
- Kazimone
(terbuat dari sagu)
b. Minuman
- Tuo Nifarö
(minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira (dalam bahasa Nias
"Pohon Nira" = "töla nakhe") yang telah diolah dengan
cara penyulingan)
- Tuo mbanua
(minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon kelapa)
4. Budaya Nias
- Hombo Batu (Lompat Batu) Asal Teluk Dalam - Nias Selatan
- Fatele/Foluaya(Tari Perang) Asal Teluk Dalam - Nias
Selatan
- Maena
- Tari Moyo
- Tari
Mogaele
- Sapaan
Ya'ahowu
- Fame Ono
nihalõ (Pernikahan)
- Omo Hada(Rumah
Adat)
- Fame'e Tõi Nono Nihalõ (Pemberian nama bagi perempuan
yang sudah menikah)
 |
| Hombo Batu (Lompat Batu) |
 |
| Omo Hada Nono Niha (Rumah Adat Nias) |
Dalam budaya Ono Niha (Nias)
terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam “Ya’ahowu”
(dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia “semoga diberkati”). Dari arti
Ya’ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan
diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu
menampilkan sikap-sikap: perhatian, tanggungjawab, rasa hormat, dan
pengetahuan. Jika seseorang bersikap demikian, berarti orang tersebut
memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya
menonton, tanggap, dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang
diucapkan : Selamat – Ya’ahowu), termasuk yang tidak terungkap, serta
menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Jadi makna yang
terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang
sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk
pengembangan hidup bersama.
5. Tokoh Suku
Nias
- PR. Telaumbanua, Gubernur Sumatera Utara
1965-1967, Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia/DPRD)Kabupaten Nias tahun
1945, Bupati Kabupaten Dati II Nias 1945-1954, Residen Sumatera Timur
1960-1963, Walikota Medan 1963-1965, dan Anggota DPR-RI hasil Pemilu tahun
1971. Lahir di Gunungsitoli/Nias, 30 September 1919.
- Drs.Pieter Taruyu Vau, Duta
Besar Indonesia untuk Brasil dan Bolivia 2002-2005.
- DR.Hekinus Manao direktur
Eksekutif Bank Dunia 1 November 2010 s/d sekarang, Lahir di Nias 14 Juli
1956, Hekinus mewakili 11 negara anggota Bank Dunia yaitu Indonesia,
Brunei Darussalam, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura,
Thailand, Tonga, dan Vietnam. Hekinus Manao mengawali karirnya sebagai
seorang Akuntan. Ia memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN) dan untuk bidang Manajemen dari Universitas
Indonesia. Pada 1995, Hekinus meraih gelar Doktor bidang Administrasi
Bisnis dari Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat.
- DR.Yasonna H. Laoli SH, Anggota
DPR/ MPR RI 2004-2009 dan 2009 - sekarang, Wakil Sekretaris Fraksi PDIP di
MPR RI.
- Mayor Jendral Drs.Christian Zebua MM Kepala
Dinas Penerangan Angkatan Darat (2009-2011) dan Tenaga Ahli Pengajar
Bidang Padnas Lemhanas RI.
- Prof.DR.Taliziduhu Ndraha Guru
Besar Institut Ilmu Pemerintahan IIP, Jakarta dan Pengelola Program S3
Ilmu Pemerintahan Unpad-IIP, Lahir di Nias, 18 Mei 1935, menamatkan
pendidikan S1-nya di Fakultas Ketatanegaraan dan Katataniagaan (FKK)
Universitas Brawijaya (Unbraw), Malang (1969).)
- Prof. Suahasil Nazara SE, MSc, PhD Guru
Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Lahir di Jakarta, 23 November
1970.Doktor lulusan Universty Illinois dan Cornell university ini
mengkhususkan bidang ilmunya di Regional Development.
- Dr.Ir.Yuskar Lase DEA, Pakar
struktur bangunan tahan gempa dari Universitas Indonesia. Lahir di Nias 08
Januari 1961.
- Andrias
Harefa Memulai kariernya sebagai
writerpreneur (1988-1990), lelaki keturunan Nias yang lahir di Curup,
Bengkulu,6 September 1964 ini kemudian menjadi professional trainer
berlisensi Dale Carnegie Training (1990-1998). Selepas itu ia
mendedikasikan hidupnya untuk apa yang disebutnya sebagai VISI INDONESIA
2045: Indonesia menjadi salah satu dari lima negara paling maju di dunia
di tahun 2045.
- Prof.Dr.Ir.Arwin Sabar MSc. DEA Lahir di
Nias 14 Maret 1952 Guru Besar Teknik Lingkungan ITB.
- DR. Edison Hulu SE.ME Lahir di
Nias 15 Agustus 1959 Chief economist Indonesian Exchange/ Kepala Ekonomi
Bursa Efek Jakarta sampai dengan sekarang dan juga sebagai Tim Ahli
Asistensi Menteri Keuangan RI bidang Hubungan Keuangan Internasional
(2007-sekarang). Pengetahuan dan pengalamannya akan dunia pembangunan,
ekonomi, industri, manajemen, keuangan, investasi, perdagangan,
matematika, dan pentingnya metodelogi ia tuangkan dalam karya tulis.
Jumlahnya mencapai 47 karya, 20 di antaranya berbahasa Inggris.Sebagian
besar ditulis dalam jurnal, dan diterbitkan oleh universitas ternama,
semisal: Financial Management Association International, University of
South Florida, USA, dan Regional Economics Application Laboratory,
University of Illinois, USA.
- Firman Jaya Daely SH,MH Ketua
Dewan Pimpinan Pusat/DPP PDIP bidang Hukum dan Hak Azasi
Manusia(2004-2009), dan juga anggota DPR/MPR RI (1999-2004).
- Prof. Dr. Fakhili Gulo Guru Besar
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP)Universitas Sriwiajaya. Lahir
Fadorohili/NIAS 9 Desember 1964,menamatkan sekolah menengah atas di SMA
Negeri Sirombu, Bachelor of Arts in Education bidang Chemistry and
Education di Universitas Negeri Medan. Kemudian, melanjutkan ke
Universitas Gadjah Mada untuk program Master of Science bidang Kimia.Gelar
Doktor bidang Teknik Material diraihnya di Université de Rennes Prancis.
Selanjutnya, menempuh dua pendidikan post doctorate di Max Planck
Institute for Solid State Research, Solid State University dan di Iowa
State University, Amerika
Daftar Pustaka : Wikipedia.org